Ayat al-Kursi
#1ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ
Allāhu lā ilāha illā huwalḥayyul qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis samāwāti wa mā fil arḍ, man żallażī yasyfa'u 'indahū illā bi`iżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min 'ilmihī illā bimā syā`, wasi'a kursiyyuhus samāwāti wal arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal 'aliyyul 'aẓīm
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
Barang siapa yang membaca ayat ini ketika pagi, maka ia akan dilindungi hingga petang. Dan barang siapa yang membacanya ketika petang, maka ia akan dilindungi hingga pagi.
HR. at-Tirmidzi: 2879
Al-Ikhlas
#2قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ (1) ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ (4)
Qul huwallāhu aḥad (1) Allāhuṣ ṣamad (2) lam yalid wa lam yụlad (3) wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad (4)
Katakanlah: "Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia".
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Katakanlah (bacalah surat), Qulhuwallahu ahad, dan Al-Muawwidzatain (Al-Falaq dan An-Naas) ketika petang dan pagi tiga kali, maka dengan ayat ini akan mencukupkanmu (menjagamu) dari segala sesuatu.
HR. Abu Dawud No. 4241
Al-Falaq
#3قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلْفَلَقِ (1) مِن شَرِّ مَا خَلَقَ (2) وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ (3) وَمِن شَرِّ ٱلنَّفَّٰثَٰتِ فِى ٱلْعُقَدِ (4) وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ (5)
Qul a'ụżu birabbil falaq (1) min syarri mā khalaq (2) wa min syarri gāsiqin iżā waqab (3) wa min syarrin naffāṡāti fil 'uqad (4) wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad (5)
Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki".
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Katakanlah (bacalah surat), Qulhuwallahu ahad, dan Al-Muawwidzatain (Al-Falaq dan An-Naas) ketika petang dan pagi tiga kali, maka dengan ayat ini akan mencukupkanmu (menjagamu) dari segala sesuatu.
HR. Abu Dawud No. 4241
An-Naas
#4قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ (1) مَلِكِ ٱلنَّاسِ (2) إِلَٰهِ ٱلنَّاسِ (3) مِن شَرِّ ٱلْوَسْوَاسِ ٱلْخَنَّاسِ (4) ٱلَّذِى يُوَسْوِسُ فِى صُدُورِ ٱلنَّاسِ (5) مِنَ ٱلْجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ (6)
Qul a'ụżu birabbin nās (1) malikin nās (2) ilāhin nās (3) min syarril waswāsil khannās (4) allażī yuwaswisu fī ṣudụrin nās (5) minal jinnati wan nās (6)
Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. (1) Raja manusia. (2) Sembahan manusia. (3) Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, (4) yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, (5) dari (golongan) jin dan manusia. (6)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Katakanlah (bacalah surat), Qulhuwallahu ahad, dan Al-Muawwidzatain (Al-Falaq dan An-Naas) ketika petang dan pagi tiga kali, maka dengan ayat ini akan mencukupkanmu (menjagamu) dari segala sesuatu.
HR. Abu Dawud No. 4241
Memasuki Sore dalam Kerajaan Allah dan Memohon Perlindungan dari-Nya
#5أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ للهِ، وَالْحَمْدُ للهِ، لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ
Amsaynā wa amsal mulku lillāh walḥamdu lillāh, lā ilāha illāllāh waḥdahu lā syarīka lah, lahul mulku walahul ḥamdu wa huwa 'alā kulli syai'in qadīr. Rabbī as'aluka khaira mā fī hażihil lailah wa khaira mā ba'dahā, wa a'ūżu bika min syarri mā fī hażihil lailah wa syarri mā ba'dahā. Rabbī a'ūżu bika minal kasali wa sū'il kibar. Rabbī a'ūżu bika min 'ażābin fin nāri wa 'ażābin fil qobri
Kami telah memasuki waktu petang dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di kubur.
Memohon perlindungan dari kejahatan lebih diutamakan, kaidah yang menunjukkan pentingnya hal tersebut adalah: "Mencegah bahaya lebih penting dan didahulukan daripada mendatangkan kebaikan".
HR. Muslim No. 2723 (75), Abu Dawud No. 5071, dan at-Tirmidzi 3390, shahih dari Abdullah Ibnu Mas'ud
Memasuki Sore dengan Memohon Rahmat Allah
#6اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ أَصْبَحْنَا،وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوتُ، وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ
Allahumma bika amsaynā wa bika ash bahnā wa bika nahyā wa bika namūtu wa ilaikal mashīr
Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu tempat kembali (bagi semua makhluk).
Setiap hal yang kita lakukan dari pagi sampai petang, dari kita memulai kehidupan kita sampai kita mati, semuanya berada dibawah kendali Allah dan kepada-Nya lah kita kembali.
HR. al-Bukhari dalam al-Abadul Mufrad No. 1199, lafadz ini adalah lafadz al-Bukhari at-Tirmidzi No. 3391, Abu Dawud No. 5068, Ahmad 11/354, Ibnu Majah No. 3868
Sayyid al-Istighfar
#7اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ ، لَا إِلٰـهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمتِكَ عَلَيَّ ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ ، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ
Allahumma anta rabbī lā ilāha illā anta khalaqtanī wa anna 'abduka wa anā 'alā 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu a'ūżu bika min syarri mā shana'tu abū u laka bini' matika 'alayya wa abū u biżanbī faghfir lī fa innahu lā yaghfiruż żunūba illa anta
Ya Allah, Engkau adalah Rabb-ku, tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Engkau, Engkau-lah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan (apa) yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu (yang diberikan) kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau.
Barang siapa yang membacanya dengan yakin ketika petang hari, kemudian dia meninggal, maka ia akan masuk surga, demikian juga jika (dibaca) pada pagi hari.
HR. al-Bukhari No. 6306, 6323, Ahmad IV/122-125, an-Nasa'i VIII/279-280
Doa Memohon Kesehatan dan Perlindungan
#8اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ ، لَا إِلَـهَ إِلَّا أَنْتَ ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِوَالْفَقْرِ ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ، لَا إِلَـهَ إِلَّا أَنْتَ
Allāhumma 'āfinī fī badanī, Allāhumma 'āfinī fī sam'ī, Allāhumma 'āfinī fī bashorī, lā ilāha illā anta. Allāhumma inni a'ūżu bika minal kufri wal faqr, Allāhumma inni a'ūżu bika min 'ażābil qobr, lā ilāha illā anta
Ya Allah, selamatkanlah tubuhku (dari penyakit dan dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah pendengaranku (dari penyakit dan maksiat atau dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah penglihatanku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau.
Dengan memohon kepada Allah agar memberi kita kesejahteraan dalam tubuh kita, kita memohon untuk disembuhkan dari semua penyakit jasmani dan rohani, sehingga kita memiliki tubuh yang sehat dan hati yang murni, dan oleh karena itu gunakanlah tubuh yang sehat ini dengan cara yang diridhai Allah.
HR. al-Bukhari dalam Shahiib al-Adabil Mufrad No. 701, Abu Dawud No. 5090, Ahmad V/42, hasan
Doa Memohon Keselamatan di Dunia dan Akhirat
#9اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ
Allahumma innī as'alukal 'afwa wal 'āfiyah fid dunyā wal ākhiroh. Allahumma innī as'alukal 'afwa wal 'āfiyah fī dīnī wa dun yāya wa ahlī wa mālī. Allahumas tur 'awrootī wa āmin row'ātī. Allahummahfazh nī mim bayni yadayya wa min kholfī wa 'an yamīnī wa 'an syimālī wa min fawqī wa a'użu bi 'azhomatik an ugh tāla min tahtī
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh).
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidaklah pernah meninggalkan do'a ini di pagi dan petang hari. Di dalamnya berisi perlindungan keselamatan pada agama, dunia, keluarga dan harta dari berbagai macam gangguan yang datang dari berbagai arah.
HR. al-Bukhari dalam al-Abadul Mufrad No. 1200, Abu Dawud No. 5074, an-Nasa'i VII/282, Ibnu Majah No. 3871, al-Hakim 1/517-518, dan lainnya dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhumaa
Doa Memohon Perlindungan dari Bisikan Syaitan
#10اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ
Allahumma 'ālimal ghoybi wasy syahādah fāthiros samāwāti wal ardh. Robba kulli syai in wa malīkah. Asyhadu alla ilaha illa anta. A'użu bika min syarri nafsī wa min syarrisy syaythooni wa syirkihi, wa an aqtarifa 'alā nafsī sū an aw ajurrohu ilā muslim
Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya (godaan untuk berbuat syirik pada Allah), dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang muslim.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepada Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu "Ucapkanlah pagi dan petang dan apabila engkau hendak tidur".
HR. al-Bukhari dalam al-Abadul Mufrad No. 1202, at-Tirmidzi No. 3392 dan Abu Dawud No. 5067
Dzikir Agar Terhindar dari Semua Bahaya
#11بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Bismillahillażi lā yadhurru ma'asmihi syai un fil ardhi wa lā fis samā' wa huwas samī'ul 'alīm
Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Barang siapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari, maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakan dirinya.
HR. at-Tirmidzi No. 3388, Abu Dawud No. 5088, Ibnu Majah No. 3869, al-Hakim 1/514, dan Ahmad No. 446 dan 474
Pernyataan Keridhaan dengan Allah, Islam, dan Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam
#12رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا
Rodhītu billāhi robbā wa bil islāmi dīnā, wa bi muhammadin shallallāhu 'alaihi wa sallama nabiyyā
Aku ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai nabi.
Barang siapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore, maka Allah memberikan keridhaan-Nya kepadanya pada hari kiamat.
HR. Ahmad IV/337, Abu Dawud No. 5072, at-Tirmidzi No. 3389, Ibnu Majah No. 3870, an-Nasa'i dalam 'Amalul Yaum wal Lailah No. 4 dan Ibnus Sunni No. 68
Meminta Petunjuk Kepada Allah
#13يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا
Yā hayyu yā qoyyum, bi rohmatika as taghīṡ, wa ash lih lī sya'nī kullahu wa lā takilnī ilā nafsī thorfata 'ainin abadan
Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).
Maksud dari do'a ini adalah manusia sangat butuh Allah dan berdo'a agar Allah tidak meninggalkannya walaupun sekejap saja.
HR. an-Nasa'i dalam 'Amalul Yaum wal Lailah No. 575, dan al-Hakim 1/545, lihat Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/417 No. 661, Ash-shahiihah No. 227, hasan
Memasuki Sore di atas Fitrah Islam
#14أَمْسَيْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
Amsaynā 'ala fithrotil islām wa 'alā kalimatil ikhlāsh, wa 'alā dīni nabiyyinā Muhammadin shallallahu 'alaihi wa sallam, wa 'alā millati abīna Ibrāhīma hanīfam muslimāw wa mā kāna minal musyrikin
Di waktu sore kami di atas fithrah agama Islam, kalimat ikhlas (kalimat syahadat), agama Nabi kami Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, dan agama bapak kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.
'Fitratil Islam' maksudnya di atas sunnah, 'kalimatil ikhlas' maksudnya adalah kalimat syahadat dan 'hanifan' maksudnya adalah hati yang condong kepada jalan yang lurus dan kebaikan.
HR. Ahmad III/406, 407, ad-Darimi II/292 dan Ibnus Sunni dalam Amalul Yaum wal Lailah No. 34, Misykaatul Mashaabiih No. 2415, Shahiihal-Jaami'ish Shaghiir No. 4674, shahih
Dzikir Tauhid
#15لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ
Lā ilāha illāllāh waḥdahu lā syarīka lah, lahul mulku walahul ḥamdu wa huwa 'alā kulli syai'in qadīr
Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu
Barang siapa yang mengucapkan dzikir tersebut dalam sehari sebanyak 100x, maka itu seperti membebaskan 10 orang budak, dicatat baginya 100 kebaikan, dihapus baginya 100 kesalahan, dirinya akan terjaga dari gangguan setan dari pagi hingga petang hari, dan tidak ada seorang pun yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali oleh orang yang mengamalkan lebih dari itu.
HR al-Bukhari No. 3293 dan 6403, Muslim IV/2071 No. 2691 (28), at-Tirmidzi No. 3468, Ibnu Majah No. 3798
Membaca Tasbih kepada Allah
#16سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقَهِ وَرِضَى نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ
Subhanallahi wa bihamdihi 'adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata 'arsyihi wa midada kalimatihi
Maha Suci Allah, sebanyak makhluk-Nya, Maha Suci Allah sejauh kerelaan-Nya, Maha Suci Allah seberat timbangan 'Arsy-Nya, dan sebanyak tinta tulisan kalimat-Nya.
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakan pada Juwairiyah bahwa dzikir di atas telah mengalahkan dzikir yang dibaca oleh Juwairiyah dari selepas Shubuh sampai waktu Dhuha.
HR. Muslim No. 2726. Syarah Muslim XVII/44. Dari Juwairiyah binti al-Harits radhiyallahu 'anhuma
Tasbih dan Tahmid Harian
#17سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ
Subhānallahi wa bihamdihi
Maha Suci Allah, aku memuji-Nya
Barang siapa yang mengucapkan kalimat 'subhanallah wa bi hamdih' di pagi dan petang hari sebanyak 100x, maka tidak ada yang datang pada hari kimata yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali orang yang mengucapkan semisal atau lebih dari itu.
HR. Muslim No. 2691 dan No. 2692, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu Syarah Muslim XVII/17-18, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/413 No. 653
Istighfar 100x Sehari
#18أَسْتَغْفِرُ الله وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Astaghfirullah wa atūbu ilaih
Aku memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya
Dari Ibnu 'Umar ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Wahai manusia, bertaubatlah kalian kepada Allah, sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya dalam sehari seratus kali'.
HR. al-Bukhari/Fat-hul Baari XI/101 dan Muslim No. 2702
Doa Memohon Perlindungan dari Keburukan Ciptaan Allah
#19أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّآمَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
'aużu bi kalimātillahittāmāti min syarri ma khalaq
Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari kejahatan sesuatu yang diciptakan-Nya.
Barang siapa yang membacanya pada petang hari tiga kali, maka dia tidak akan tertimpa demam pada malam itu.
HR. Ahmad 11/290, an-Nasa'i dalam 'Amalul Yaum wal Lailah No. 596, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/412 No. 652, Shahiih al-Jaami 'ish Shaghiir No. 6427